Phylum Arthropoda
Ciri-ciri
Umum Phylum Arthropoda
Arthropoda
berasal dari kata arthron yang berarti ruas, dan podos yang
berarti kaki. Jadi Arthropoda dapat diartikan hewan yang kakinya beruas-ruas.
Merupakan hewan kelompok terbesar dalam arti jumlah species maupun
penyebarannya. Hampir 90% dari seluruh jenis hewan yang diketahui orang
adalah Arthropoda.
1) Arthropoda
diklasifikasikan menjadi 4 kelas, yaitu:
a)
Crustacea atau Udang-udangan
b)
Insecta atau serangga (Hexapoda)
c) Myriapoda
atau lipan (kaki seribu)
d)
Arachnida atau labah-labah
Adapun
ciri-ciri umum dari Arthropoda antara lain adalah sebagai berikut:
1) Tubuh beruas-ruas yang terbagi atas
kepala (caput), dada (thoraks), dan badan belakang (abdomen). Beberapa
diantaranya ada yang memiliki kepala dan dada yang bersatu (cephalothoraks).
2) Bentuk tubuh simetris bilateral
3) Rangka luar keras tersusun atas zat
kitin
4) Sifat hidup ada yang parasit,
heterotropik, dan hidup secara bebas
5) System peredaran darah terbuka
(system lakuner) dan alat peredarannya berupa jantung dan pembuluh-pembuluh
darah terbuka
6) Alat pernapasan berupa trakea,
insang, dan paru-paru yang merupakan lembaran (paru-paru buku)
7) Alat pencernaan makanan lengkap
terdiri atas mulut, kerongkongan usus, dan anus
8) Sistem
reproduksi terpisah, artinya ada hewan jantan dan ada hewan betina. Reproduksi terjadi
secara seksual dan aseksual
(partenogenesis
dan paedogenesis)
9) System saraf berupa tangga tali dan
alat peraba berupa antena
10) Hidupnya di darat, air tawar dan
laut.
KLASIFIKASI
PHYLUM ARTHROPODA
A.
Crustacea atau Udang-udangan
a) Ciri-ciri Crustacea
1) Pada kepalanya terdapat lima pasang alat
gerak sebagai berikut:
· Tiga
pasang rahang yaitu, satu pasang Mandi Bula, satu pasang maksila petama, dan satu pasang
maksila kedua.
· Dua pasang
antena dengan alat-alat tambahan disekitarya yang bersifat tipikal biramus (bercabang dua)
2) Peredaran darahnya terbuka dan tidak
memiliki pembuluh darah kapilar
3) Sebagian besar anggotanya bernafas
dengan insang, tetapi
hewan yang ukuran tubuhnya kecil bernapas dengan seluruh permukaan
tubuhnya
4) Hewan ini dapat dibedakan antara
hewan jantan dan hewan
betina
5) Kakinya terdapat hampir di seluruh
permukaan tubuhnya
6) Kepalanya terbentuk sebagai
persatuan segmen.
b) Klasifikasi / Sistematika
Kelas insecta terbagi atas 2 subkelas yaitu:
1) Subkelas Malacostrata(udang tingkat
tinggi) yang memiliki ciri-ciri sebagai brikut:
· Tubuhya
terdiri atas cephalothoraks
· Cara
perkembangbiakannya dengan telur hasil pembuahan yang menetas menjadi larva yang disebut Nauplius
· Bernafasnya
dengan insang berbentuk bulu-bulu halus
· Hewan ini
tidak berwarna.
a.
Klasifikasi Malacostrata
Subkelas Malacostrata dibagi menjadi 3 ordo sebagai berikut:
·
Ordo
Isopoda • Pada umumnya hidup di laut, tetapi ada pula yang hidup di
air tawar dan darat •Ada beberapa diantaranya yang
menggerek kayu
·
Ordo
Stomatopoda • Hidupnya di laut • Anggotanya terdiri atas crustacea yang bentuk tubuhnya
seperti belalang sembah •
Di belakang kepalanya terdapat
karapaks yang merupakan rangka luar • Warna
tubuhnya menyolok
·
Ordo
Decapoda • Anggotanya meliputi udang, kepiting, dan ketam • Tiga pasang anggota gerak paling depan pada thoraksnya
berubah fungsi menjadi rahang •
Lima pasang anggota gerak lainnya
pada thoraks menjadi kaki sehinga disebut hewan berkaki sepuluh •Kepala dan thoraksnya menjadi satu yang dilindungi oleh
kaparaks. Contoh : o
Cabarus sp (udang
air tawar) o Panulirus sp (udang laut
lobster) o Penacus sp (udang windu / udang air payau)
2) Subkelas Entomostraca (udang tingkat
rendah) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
·
Merupakan mikroorganisme
·
Hidupnya sebagai plankton yang dapat bergerak bebas
·
Hewan
ini tidakmemiliki insang sehingga bernafas dengan seluruh permukaantubuhnya.
b.
Klasifikasi Entomostraca
Subkelas Entomostraca dibagi menjadi beberapa ordo sebagai
berikut:
·
Ordo
Branciopoda • Tubuhnya sangat kecil dan hidupnya
di air tawar • Pada umumnya bertubuh pucat dan
transparan. Contoh: o
Daphnia Pulex (kutu
air) o Lepidurus
o Notostraca o
Estheria o Conthrostraca
·
Ordo Ostracoda • Hidupnya
di air laut dan air tawar •
Beberapa jenis diantaranya hidup
sebagai plankton
·
Ordo
Copepoda •Merupakan ordo terbesar di
Enromostraca •Hidupnya
di air laut, tawar dan hidup sebagai plankton
· Ordo
Cirripedia • Hidupnya di laut • Pada
umumnya hidupnya melekat pada suatu tempat
c) System Organ Crustacea
·
System
pernapasannya berupa insang kecuali yang bertubuh sangat kecil dengan seluruh
permukaan tubuh
·
System
pencernaan terdiri atas 3bagian yaitu: tembolok untuk menampung makanan,
lambung otot(ampela), dan lambung kelenjar.
·
Sistem
reproduksinya diesis(berkelamin satu). Pembuahan terjadi secara eksternal.
Telur menetas menjadi larva yang sangat kecil, berkaki tiga pasang dan
bersilia.
d) Habitat Hewan ini
sebagian besar hidup di air yaitu danau, laut, dan sungai. Di laut hewan ini hidup mulai dari
pantai hingga laut dalam. Namun ada juga yang hidup di air tawar dan di darat.
e) Peranan Crustacea bagi kehidupan
manusia
Arthropoda adalah kelompok hewan yang memiliki kaki yang beruas-ruas
(Arthros = berbuku-buku, poda = kaki). Tubuhnya terdiri dari kepala (kaput),
dada (toraks) dan perut (abdomen). Sistem peredaran darah terbuka, darah tidak
berfungsi mengangkut oksigen dan hanya berfungsi untuk mengangkut zat makanan.
Susunan saraf terdiri dari otak sederhana dan tali saraf perut rangkap.
Arthropoda dikelompokkan menjadi 4 kelas, yaitu: Kelas Crustacea (golongan
udang), Kelas Arachnida (golongan kalajengking dan laba-laba), Kelas Myriapoda
(golongan luwing), dan Kelas Insecta (serangga).
Crustacea
terdiri dari dua subklas: entomostraca dan malacostraca. Contoh-contoh
Entomostraca (berdasarkan ordonya): Dapnia pulex (Brachiopoda), Codona
suburbana (Ostracoda), Cyclops sp. (Copepodia), dan Sacculina
sp. (Cirripedia).
(http://commons.wikimedia.org/wiki/Image:Cyclops.jpg)
Contoh-contoh subphyllum Malacostraca
(berdasarkan ordonya): Oniscus asellus (Isopoda), Squilla
empusa - udang belalang (Stomatopoda), dan udang serta kepiting
(Decapoda).
1) Ciri-ciri umum Arthropoda
Arthropoda berasal dari kata arthron yang berarti ruas, podos yang berarti
kaki. Hewan yang termasuk filum ini mempinyai kaki yang beruas-ruas. Misalnya udang,
kepiying, laba-laba dan kaki seribu.
2) Penggolongan
Arthropoda
Arthropoda diklasifikasikan menjadi 4 kelas, yaitu:
a. Crustasea (udang-udangan)
b. Arachnida (laba-laba)
c. Myriapoda (lipan / kaki seribu)
d. Insecta atau serangga (hexapoda)
KELAS GASTROPODA
1) Ciri-ciri Gastropoda :
a. Gastropoda artinya hewan ang menggunakan perutnya sebagai kaki atau alat
geraknya.
b. Gastropoda memiliki jumlah spesies yang paling besar.
c. Hewan ini memiliki lidah parut dan zat tanduk untuk menghancurkan makanannya
d. Cangkoknya berbentuk kerucut terpilin.
e. Pada waktu larva tubuhnya berbentuk simetris bilateral tetapi dalam
perkembangannya lami pembengmengakokan sehingga membentuk lingkaran.
f. Pada waktu dewasa, anusnya berada di sebelah atas mulutnya.
g. Larvanya bernafas dengan insang dan pada waktu dewasa bernafas dengan
paru-paru.
h. Sifatnya hemafrodit.
Contoh gastropoda :
a. Achatina fullica (bekicot)
b. Lymnea javanica
c. Teredo narvalis.
Sumber : Buku Biologi unuk SMU, Hartini Etik Widayati, Intan Pariwara
Ada kurang dari 80.000 species yang
termasuk kedalam filum ini. Molluska adalah golongan hewan yang bertubuh lunak
tidak beruas dan tubuh dilindungi oleh satu atau lebih cangkang yang terbuat
dari kapur (Kalsium karbonat). Cangkang ini dibentuk oleh lapisan dinding tubuh
yang disebut mantel. Tubuhnya tersusun dari tiga lapisan embrional yaitu
ekstoderm, mesoderm dan endoderm. Hewan ini memiliki coelem yang sempit.
Sebagian besar moluska hidup di laut tetapi banyak juga yang hidup di air tawar
bahkan beberapa hidup di darat. Filum ini dibagi menjadi 5 kelas.
1. Kelas Pelecypoda.
Kerang, tiram,
simping termasuk dalam kelas ini. Hewan ini mempunyai dua buah cangkang yang
melindungi tubuh (cangkang setangkup). Pelecypoda simetri billateral, tapi
tidak dapat bergerak dengan cepat. Hewan ini bergerak dengan menjulur kan kaki
otot yang besar melelui celah antara dua cangkang. Semua anggota kelas ini
memperoleh makanan dengan menyaring makanan dari air yang masuk kedalam rongga
mantel.
Pelecypoda dapat dimakan. Mutiara
dihasilkan oleh species tertentu. Yang merugikan adalah teredo, yang dapat merusak
dermaga dan perahu. Cangkang teredo dapat dipergunakan untuk mengebor bagian
kayu yang terendam air laut.
2. Kelas
Gastropoda
Gastropoda
merupakan kelas yang terbesar dari moluska. Siput dan siput
tak bercanggkang termasuk dalam kelas ini. Siput bercanggkang tunggal dan
spiral. Siput dewasa tidak menunjukan simetri bilateral tetapi larvanya simetri
bilateral.
Gastropoda
mempunyai lidah yang panjang dan sempit yang ditutupi deretan gigi kecil.
Lidahnya disebut radula. Hewan ini mempunyai kepala dan dua pasang tentakel.
Pada ujung
tentakel terdapat mata. Sebagian besar spesies gastropoda hidup di laut tetapi
beberapa hidup di air tawar bahkan ada yang hidup di darat. Yang hidup di darat
bernafas dengan paru-paru. Siput tak bercangkang dapat ditemukan di laut dan di
darat. Warna siput darat sederhana namun siput tak bercangkang yang hidup di
laut kebanyakan berwarna menyolok dan indah.
Beberapa
jenis gastropoda dapat dimakan. Kebanyakan siput laut memakan
pelecypoda. Bekecot termasuk gastropoda yang merugikan pertanian.
Berberapa siput merupakan inang perantara bagi cacing.
3. Kelas
Cepalophoda
Yang termasuk
kelas ini misalnya gurita, cumi-cumi, dan nautilus. Hewan ini
mempunyai kepala yang besar dan bermata sangat tajam. Pada kepala terdapat
tangan-tangan (delapan pada gurita dan sepuluh pada cumi-cumi) yang berguna
untuk pergerakan dan mencari mangsa. Mata cephalophoda dapat melihat dan
berfungsi seperti vertebrata. Hanya Nautilus lah yang bercangkang. Cangkang
cumi-cumi kecil berupa lempengan yang melekat pada mantel sedangkan gurita
tidak bercangkang.
Cephalophoda
merupakan anggota dari muluska. Chephalophoda juga termasuk hewan terbesar dari
semua invertebrata. Pernah ditemukan gurita sepanjang 28 kaki dan cumi-cumi
sepanjang 50 kaki. Cumi-cumi dapat bergerak sangat cepat dengan cara
menyemprotkan air dari bawah mantelnya. Bila dalam bahaya cumi-cumi melarikan
diri sambil menyemprotkan tinta berwarna hitam bersama-sama dengan air yang
digunakan untuk bergerak dan cairan ini akan menghambat lawan. Gurita dan
cumi-cumi dapat dimakan.
4. Kelas
Scaphopoda
Scaphopoda
merupakan kelas terkecil dari moluska. Hewan ini mempunyai kebiasaan
membenamkan diri di pasir pantai.
5. Kelas
Amphineura
Contoh hewan
yang termasuk kelas ini adalah Chilton dan Neopilina. Chilton mirip siput tak
bercangkang hidup di daerah pantai cangkangnya terdiri dari bebarapa (biasanya
delapan lempengan yang tersusun secara tumpang tindih). Meskipun kelihatannya
beruas-ruas tetapi organ dalamnya tidak.
Neopilina
disebut fosil hidup karena sebelum ditemukan pada tahun 1957 hewan ini dianggap
sudah punah sejak jutaan tahun yang lalu. Moluska ini sangat menarik perhatian
karena di samping memiliki sifat-sifat moluska bagian dalamnya beruas-ruas.
Karena susunan yang beruas-ruas seperti Annelida dianggap bahwa
annelida-annelida dan moluska mempunyai kerabat yang dekat. Sepasang
antena sebagai alat peraba Empat pasang alat mulut dan mempunyai empat bentuk
mulut, yaitu: • Alat mulut menggigit pada semut • Alat mulut menggigit dan
menjilat pada lebah • Alat mulut mengisap pada kupu-kupu
Alat mulut
menusuk dan mengisap pada nyamuk
5) Thoraks
(dada) terbagi atas 3 segmen, yaitu:
Prothoraks
(bagian depan), terdapat sepasang kaki jalan
dan
kadang-kadang ada sepasang sayap
Mesothoraks
(bagian tengah), terdapat sepasang kaki
jalan dan
kadang-kadang ada sepasang sayap
Metathoraks
(bagian belakang), terdapat sepasang kaki
jalan.
6) Pada
abdomennya biasanya terdapat 6-11 segmen, dan satu ataupun
dua sayap.
7) Alat pencenaan makanannya terdiri atas mulut,
kerongkongan,
lambung depan, lambung otot, lambung kelenjar, usus, usus akhir, dan
anus. Penghancuran makanan terjadi dalam lambung otot.
8) Pada
serangga betina terdapat ovipositor yang berguna untuk
menyimpan
telur.
9) Pada
segmen pertama dari abomennya memiliki membran hympanum
untuk
mendengar
10) Hewan
ini tidak mempunyai zat warna merah, tetapi ada sel darah dan
pembuluh darah.
11) System saraf tangga tali
12) Hewan ini mengalami metamorfosis (perubahan bentuk tubuh menuju
kedewasaan)
sebagai berikut:
Metamorfosis
sempurna
Telur
larva
kepompong
(pupa)
imago
(dewasa).
Contoh:
kupu-kupu, lalat, dan tawon.
Metamorfosis
tidak sempurna
Telur
larva
nimfa
imago
Contoh:
jangkrik, lipas, dan belalang.
Tidak
mengalami metamorfosis
Telur
imago
(dewasa)
Contoh:
Lepisma (kutu buku)
b)
Klasifikasi
/ Sistematika
Kelas
Insecta dibagi menjadi 2 subkelas sebagai berikut:
10
1)
Subkelas Apterygota yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
Tubuh berwarna
perak dan tidak memiliki sayap
Tidak mengalami metamorfosis
Thoraks dan abdomen tidak memiliki batas yang jelas.
a.
Klasifikasi
Apterygota
Subkelas
kelas Apterygota dibagi menjadi 2 ordo sebagai berikut:
Thysaruna,
yaitu Apterygota yang memiliki antena panjang.
Contoh:
o
Lepisma
Saccharina (kutu buku)
Mempunyai
kemampuan merusak buku dan pakaian
yang
dikanji
Menghasilkan
enzim selulosa yang berguna untuk
mengubah
selulosa menjadi gula sederhana.
Collembola
Hidup di
tanah terutama di hutan yang lembab
Antenanya
berbuku-buku
Abdomen
belakang berbentuk seperti garpu dan
berfungsi
untuk meloncat.
2)
Subkelas Pterygota
Pterygota
dibedakan antara Exopterygota dan Endopterygota.
Exopterygota,
memiliki sayap yang merupakan tonjolan luar
dari
dinding tubuh dan metamorfosisnya tidak sempurna.
Endopterygota,
sayapnya berkembang dari penonjolan ke
dalam dari
dalam dinding dan metamorfosisnya tidak sempurna.
Subkelas
Pterygota dibagi menjadi 10 ordo sebagai berikut:
Ordo
Archiptera atau Isoptera (bersayap asli)
•
Termasuk
Exopterygota
•
Mempunyai
dua pasang sayap yang tipis dan
berukuran
sama
•
Metamorfosisnya
tidak sempurna
•
Mempunyai
alat mulut menggigit.
Contoh:
o
Aeshna
(capung) dan Reticulitermis(anai- anai)11
Rayap membentuk susunan masyarakat
(polimorfisme), yaitu raja, ratu, prajurit (tentara), dan
pekerja (tidak bersayap)
Rayap
prajurit dan pekerja mandul
Di dalam
usus rayap terdapat flagellata
yang
mencerna selulosa.
Ordo
Neuroptera (bersayap jala)
•
Termasuk
Endopterygota
•
Mempunyai
dua pasang sayap
tipis
seperti selaput dan pembuluh serupa jalan
•
Metamorfosisnya
sempurna
•
Mempunyai
alat mulut
menggigit.
Contoh:Myrmeleon
frontalis (undur-undur)
Ordo
Orthoptera (bersayap lurus)
•
Termasuk
Exopterygota
•
Mempunyai
bagian sayap yang bagian depannya
tebal dan
bagian belakangnya tipis
•
Metamorfosisnya
tidak sempurna
•
Mempunyai
alat mulut menggigit
Contoh:
o
Blatta
orientalis(kecoak)
o
Manthis
religiosa (belalang sembah)
o
Gyrlius
domestica(jangkrik)
o
Gyrllotalpa
hirsute (anjing tanah)
o
Branchytrupes(gangs
ir)
Ordo
Rinchota
Ordo
Rinchota dibagi menjadi dua familia sebagai berikut:
•
Hemiptera
•
Termasuk
Exopterygota
12
•
Memiliki dua pasang
sayap, sayap depannya seperti kulit dan sayap belakangnya
seperti selaput tipis
•
Mempunyai
mulut
menusuk
dan mengisap
•
Metamorfosisnya
tidak
sempurna
Contoh:
o
Podops
vermiculata
(walang colelat)
o
Leptopcorisa
acuta
(wlang sangit)
o
Cymex
rotundatus
(kutu busuk)
•
Homoptera
•
Term
asuk
Expterygota
•
Memi
liki dua
pasang sayap yang keduanya merupakan selaput
•
Pada
waktu
istirahat sayap dilipat
•
Meta
morfosisnya
tidak sempurna
Contoh:
oNilaparvata
lugegens(w ereng) oPediculus capitis (kutu kepala) oAphis medicaginis (kutu
daun) oCoccidae (kutu perisai)
Ordo
Coleoptera
13
• Termasuk
Endopterygota
• Mempunyai
dua pasang sayap, sayap depan disebut elytra yang
tebal dan
mengilap karena zat tanduk
• Sayap
belakangnya tipis berupa selaput
Contoh:
o
Chrysochrosa
fulminans (samber lilen)
o
Coccinella
sp. (kepik emas)
o
Orhyctes
rhinoceros (kumbang tanduk)
o
Hydrous
picicornis(kepik)
o
Xylotropes
gideon (kumbang kelapa)
o
Calandra
oryzae (kumbang beras)
o
Lampryris(kunang-
kunang)
Ordo
Hymenoptera (bersayap selaput)
•
Termasuk
Endopterygota
•
Mempunyai
dua pasang sayap yang tidak
sama
•
Mempunyai
alat mulut menggigit dan
menjilat
Contoh:
o
Apis
indica (lebah madu)
Ada yang
hidup menyendiri dan ada yang hidup berkelompok
serta
susunan masyakat lebah , yaitu:
•
Lebah pekerja yang bertugas membuat sarang,
mengumpulkan madu, serat mengurus telur dan larva.
•
Lebah
tentara
•
Lebah
jantan
•
Lebah ratu
o
Oechophylla
smaragdina
(semut rangrang)
o
Delichoderus
bituberculatus
(semut hitam)
14
Ordo
Diptera
(bersayap dua)
•
Ter
masuk
Endopterygota
•
Me
mpunyai
dua pasang sayap tipis
•
Met
amorfosisnya
sempurna
Contoh:
oCulex sp.
oAedes aegepty
oAnopheles dudlowi
oGlossina morsitans (lalat tse-tse)
oDrosophila melanogaster (lalat buah)
oAnopheles sundaicus (vector penyakit malaria)
oMusca domestica (lalat rumah)
oMansonia sp.
Ordo
Siphonoptera
•
Termasuk
Endopterygota
•
Tidak
bersayap dan bermata tunggal
•
Metamorfosisnya
sempurna
•
Mempunyai
alat mulut menusuk dan mengisap
Contoh:
o
Ctenocephalus
cannis (kutu anjing)
o
Ctenocephalus
felis (kutu kucing)
15
o
Pulex
irritan (pinjal manusia)
o
Xenopsylla
cheopsis (kutu tikus)
Ordo
Lepidoptera
•
Termasuk
Endopterygota
•
Mempunyai
alat mulut
mengisap
•
Metamorfosisnya
sempurna
•
Mempunyai
dua pasang
sayap
tipis beraneka ragam warna
Contoh:
o
Acharonitra
lachesis
(kupu-kupu tengkorak)
o
Bombyx
mori
(ngengat
sutera)
o
Attacus
atlas
(kupu-kupu
gajah)
o
Cricula
trifenestrata
(kupu-kupu kenari)
o
Hyblaea
puera
(kupu-kupu
ulat jati)
c)
System
Organ Insecta
System pernapasan pada serangga disebut system
trakea.
Pernapasan sistem trakea terdiri atas pembuluh-pembuluh yang
bercabang-cabang ke seluruh tubuh dan bermuara pada stigma atau
spirakel. Udara pernapasan keluar dan masuk ke dalam tubuh Insecta
melalui stigma. Stigma merupakan lubang yang terdapat di sepanjang
sisi kiri dan kanan tubuh.
System
pencernaannya dimulai dari mulut yang terdiri atas
bibir atas
dan bawah, rahang serta gigi. Dari mulut makanan masuk ke
16
kerongkongan
lalu ke tembolok. Dari tembolok makanan yang telah
disimpan beberapa waktu masuk ke empedal yang berdinding gigi
kitin. Selanjutnya makanan masuk ke lambung. Pada lambung
terdapat enam pasang kelenjar pencernaan yang menghasilkan enzim.
Makanan yang telah dicerna menjadi sari-sari makanan diserap oleh
usus dan diedarkan keseluruh tubuh olehhem olim fa. Sisa pencernaan
sementara disimpan di rectum berupa feses. Selanjutnya, dikeluarkan
melalui anus.
System reproduksinya, kadang-kadang mengalami
parthenogenesis maupun paedogenesis. Partenogenesis adalah
perkembangan embrio tanpa dibuahi oleh spermatozoid, misalnya
lebah. Sedangkan paedogenesis adalah parthenogenesis yang
berlangsung di tubuh larva.
d)
Habitat
Hewan ini
sebagian besar hidup di darat dan sebagian kecil saja yang hidup
di air
tawar. Namun, jarang sekali hewan ini yang hidup di air laut.
e)
Peranan
Insecta Bagi Kehidupan Manusia
Beberapa
peranan Insecta yang menguntungkan, antara lain:
Untuk
dimakan, misalnya laron, gangsir, dan larva lebah
(tempayak
= gana); serangga ini dapat diperoleh secara musiman.
Untuk
obat-obatan tradisional, misalnya madu (Apis dorsata,
Apis
indica, Apis melifera)
Untuk
bahan pakaian sutera, misalnya kepompong Bombyx mori
Membantu
proses penyerbukan berbagai macam tumbuhan
(kupu-kupu,
kumbang dan lebah)
Di bidang
Ekologi, Insecta merupakan rantai makanan yang
sangat
penting dari berbagai konsumen
Berbagai
Insecta tanah berperan sebagai “traktor alami”.
Beberapa
peranan Insecta yang merugikan antara lain:
Sebagai
penular berbagai macam penyakit sepeti tifus, kolera
dan
disentri yang disebabkan oleh lalat dan kecoa
17
Hama putih
pada berbagai tanaman, misalnya oleh
Pseudococcus
cintri, Aspidiotus perniciosus (dari ordo Rhynchota)
Parasit
pada manusia (mengisap darah), misalnya nyamuk, kutu
kepala dan
kutu busuk
Hama padi
misalnya wereng dan walang sangit
Merusak
tanaman budidaya, misalnya belalang, kumbang
kelapa,
sexava, dan berbagai jenis ulat
Merusak
bahan makanan yang disimpan (tepung, kedelai) oleh
berbagai
Coloeoptera, misalnya kepik.
C.
Myriapoda atau Kelabang
a)
Ciri-ciri
Myriopoda
1) Tubuh
terdiri atas kepala (chepalo) dan perut (abdomen) tanpa dada
(thoraks)
2)
Dibagian kepala terdapat satu pasang antena sebagai alat peraba dan
sepasang mata tunggal (ocellus)
3) Penambahan jumlah segmen terjadi pada setiap pergantian kulit
4) Alat gerak pada kelompok hewan chilopoda adalah satu pasang kaki di
setiap
segmen perut kaki, sedangkan pada Diplopoda terdapat dua
pasang
kaki pada tiap segmen perut, kecuali segmen terakhirnya.
b)
Klasifikasi / Sistematika Myriapoda terdiri atas 2
subkelas, yaitu: 1)
Subkelas
Chilopoda yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
Mencakup
berbagai macam lipan (kelabang) yang memiliki
panjang
hingga 26 cm
Chilopoda
memangsa hewan kecil dengan cara
melumpuhkannya
dengan gigi yang beracun.
2)
Subkelas
Diplopoda yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
Mencakup
berbagai macam lengkibang (luing)
Diplopoda hidup di tempat-tempat lembab dan gelap
Makanan hewan ini berupa sayur-mayur, vegetasi yang sudah
mati atau
lumut.
c)
Habitat
18
Hewan ini banyak dijumpai di daerah tropis dengan
habitat di darat.
Terutama di tempat yang banyak mengandung sampah, misalnya di kebun dan
di bawah batu-batuan.
d)
System
Organ Myriapoda
System pernapasannya berupa satu pasang trakea
berspirakel
yang terletak di kanan kiri setiap ruas, kecuali pada Diplopoda
terdapat dua pasang di tiap ruasnya.
System pencernaan, saluran pencernaanya lengkap dan
mempunyai kelenjar ludah. Chilopoda bersifat karnivor dengan gigi
beracun pada segmen I, sedangkan Diplopoda bersifat herbivor,
pemakan sampah atau daun-daunan.
System reproduksi secara seksual, yaitu dengan
pertemuan
ovum dan sperma (fertilasi internal). Myriapoda ada yang vivipar dan
ada yang ovipar.
e)
Peranan
Myriapoda Bagi Kehidupan Manusia
Myriapoda dapat dikatakan tidak memberi keuntungan
bagi kehidupan
manusia. Bahkan ada beberapa yang dianggap mengganggu meski tidak
membahayakan. Namun, Myriapoda ternyata mempunyai andil dalam
memecah bahan-bahan organik atau serasah untuk membentuk humus.
D. Arachnida
atau Labah-labah
a)
Ciri-ciri
Arachnida
1)
Pada
umumnya hidup di darat, tetapi ada juga yang hidup dalam air
2)
Ukuran
tubuhnya mikroskopis sampai beberapa sentimeter
panjangnya
3)
Tubuhnya
terdiri atas chepalothoraks dan abdomen serta tidak
mempunyai
antena
4)
Jumlah
matanya bervariasi dan biasanya mempunyai delapan mata
sederhana
5)
Pada
bagian depan chepalothoraksnya terdapat mulut yang
mempunyai
enam pasang alat tambahan, yaitu:
Sepasang
pedipalpus (seperti kaki yang berakhir pada
cakar)
untuk memegang mangsanya
19
Sepasang
kelisera (berupa gunting dan capit) untuk
melumpuhkan
musuhnya
Empat
pasang kaki untuk berjalan.
6)
Bernafas
dengan paru-paru buku atau trakea atau dengan kedua-
duanya
7)
Ada
beberapa Arachnida yang tidak memiliki alat penapasan
khusus.
b)
Klasifikasi / Sistematika
Arachnida terdiri atas 3 ordo, yaitu:
1)
Scorpionida
Mencakup
segala macam kala, seperti kalajengking, kala
buku dan
kala labah-labah
Pedipalpusnya
berbentuk seperti capit besar, sedangkan
kelisera-keliseranya
kecil.
2)
Arachnoida
Mencakup
segala macam labah-labah
Setiap
labah-labah paling tidak membuat tiga macam
benang
untuk fungsi yang berlainan.
3) Acarina
Tubuhnya
tidak berbuku-buku
Mencakup
caplak dan tungau
c)
Habitat
Pada
umumnya Arachnida hidup di darat. Namun, ada juga yang hidup
dalam air.
d)
System
Organ Arachnida
System
pernapasan berupa paru-paru yang terletak di daerah
perut
depan.
Sistem pencernaan dimulai dari mulut, perut, usus
halus, usus besar, kantung, feses dan anus. Alat pencernaan dilengkapi dengan
lima pasang usus buntu yang terletak di bagian depan dan hati di bagian
abdomen.
System
reproduksi, terjadi secara seksual, yaitu dengan
persatuan
ovum dan sperma yang terjadi di dalam tubuh betinanya
20